Konsultansi Riset dan System Management

  • Prinsipnya adalah semakin efektif organisasi maka akan mendukung terhadap produktifitas organisasi perusahaan
  • Kegiatan konsultansi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait organisasi perusahaan yang sudah dilakukan, dari mulai bisnis proses, efektifitas struktur organisasi yang ada, jumlah orang dan jabatan yang tersedia, alur kerja, desripsi kerja karyawan tiap unit/bagian/divisi yang ada dalam perusahaan Anda. Goalnya adalah mendapatkan rekomendasi desain organisasi yang dianggap cocok dengan kondisi perusahaan Anda, yang pada akhirnya menuju efektivitas organisasi perusahaan Anda.
Konsultansi menyusun Job Description & Job Specification yang lengkap, objektif dan up to date sesuai dengan kondisi dan tuntutan kerja, Job Score yang tepat dan memiliki nilai penerimaan yang tinggi dari para pemangku jabatan/pekerja, tersusunnya pengelompokkan posisi pekerjaan (job grading) secara sistematis melalui upaya memahami pekerjaan berdasarkan faktor-faktor yang telah disepakati sebagai unsur pembanding pada setiap tugas atau pekerjaan.
  • Kami membantu Anda dan perusahaan Anda dalam merancang, melakukan proses dan mendapatkan rumusan remunerasi yang sesuai kebutuhan perusahan Anda.
  • Remunerasi adalah pemberian gaji  atau pendapatan tambahan kepada seorang pegawai sebagai apresiasi atas pekerjaan atau kontribusi dalam perusahaan yang sifatnya rutin dimana ia bekerja. Atau bisa juga disebut sebagai sesuatu yang diterima oleh seorang pegawai atau karyawan dari tempat ia bekerja.
  • Tujuan Memberikan Remunerasi
    1. Menjadikan SDM yang berkualitas.
      • Dengan adanya remunerasi diharapkan terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di sebuah perusahaan atau organisasi.
      • Adanya pemberian pendapatan tambahan juga akan mendorong tenaga kerja untuk meningkatkan kualitas kerjanya.
      • Memotivasi karyawan untuk mengembangkan diri.
    2. Remunerasi akan memicu adanya motivasi dalam diri pekerja untuk bekerja lebih baik dan juga bisa mengenbangkan potensi dirinya.
      • Hal ini juga bisa menciptakan persaingan yang positif antar karyawan di perusahaan.
      • Perusahaan akan menilai mana karyawan yang memiliki semangat kerja tinggi serta memiliki keinerja yang baik atau tidak.
      • Tentunya hal ini sangat peting bagi perusahaan agar dapat memotivasi karyawannya untuk terus mengembangkan dirinya.
    3. Mensejahterakan Karyawan.
      • Dengan adanya remunerasi akan sangat membantu kesejateraan karyawan di perusahaan.
      • Karyawan yang biasanya hanya memperoleh gaji pokok saja kini mendapatkan tambahan.
      • Hal ini akan membuat karyawan lebih semangat dalam bekerja.
    4. Menciptakan keuntungan perusahaan.
      • Perusahaan yang memberikan remunerasi ini malah justru memilki keuntungan.
      • Profit yang dihasilkan oleh perusahaan akan semakin besar, karena perusahan dapat memanfaatkan modal yang efektif.
      • Perusahaan tidak perlu merekrut karyawan baru yang akan mengeluarkan biaya yang besar dalam proses perekrutan karyawan baru.
Kami membantu Anda mengembangkan budaya organisasi, dari mulai:
  1. Melakukan Riset Kesiapan Sosialisasi dan Implementasi  nilai-nilai inti  budaya kerja.
  2. Membantu menyusun alat/perangkat dan sistem sosialisasi nilai-nilai inti  budaya kerja .
  3. Membantu mengimplementasikan/menerapkan nilai nilai inti budaya perusahaan Anda melalui tahapan dan langkah -langkah yang sistematik, terintegrasi, jelas, dan terukur yang mengacu kepada rumusan nilai budaya, panduan implementasi budaya perusahaan Anda.
Melalui pendekatan teoritis sebagai berikut :
  1. Tahapan Awareness (Tahapan Mengetahui) :
    Suatu tahapan yang berkembang dalam domain kognitif, di mana pegawai mengetahui adanya nilai nilai kerja tertentu yang berlaku di perusahaan. Dengan kata lain, kondisi ini menunjukkan sejauh mana karyawan mengetahui adanya nilai nilai inti budaya kerja perusahaan Anda.
  2. Understanding (Tahapan Memahami) :
    Skor yang menunjukkan sejauh mana karyawan sudah memahami arti nilai nilai budaya kerja perusahaan Anda dan mulai melakukan alignment (penyelarasan) dengan perilaku kerja/operasional sehari-hari.
  3. Tahapan Buy (Tahapan Menerima) :
    Karyawan sudah mulai mengimplementasikan nilai – nilai budaya kerja perusahaan Anda dalam operasional sehari-hari dan mulai melakukan integrasi dengan program dan target kerjanya.
  4. Tahapan Ownership (Tahapan Memiliki):
    Nilai nilai budaya kerja perusahaan Anda sudah menjadi referensi utama dan bagian integral  bagi Karyawan dalam perilaku dan operaional kerja sehari-hari.

  • Sistem Informasi Manajemen adalah sekelompok proses di mana data diperoleh, dianalisa, dan ditampilkan dengan cara yang berguna untuk tujuan pengambilan keputusan.
  • Sistem ini adalah alat yang sangat berguna untuk tujuan meninjau dan mengendalikan operasi perusahaan.
  • Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mengatur semua data yang dikumpulkan dari setiap tingkat perusahaan, meringkasnya, dan menyajikannya dengan cara yang memfasilitasi dan meningkatkan kualitas keputusan yang diambil untuk meningkatkan profitabilitas dan produktivitas perusahaan.

  • Fungsi Sistem Informasi Manajemen pada Bisnis
    1. Membantu dalam pengambilan keputusan: 
      Sistem ini memainkan peran penting dalam Proses pengambilan keputusan di organisasi mana pun. Karena dalam organisasi apa pun keputusan dibuat berdasarkan Informasi yang relevan dan informasi yang relevan hanya dapat diambil dari sistem informasi manajemen.
    2. Membantu Koordinasi di antara Departemen: 
      Sistem ini juga membantu dalam membangun hubungan yang sehat di antara setiap orang dari departemen ke departemen melalui pertukaran informasi yang tepat.
    3. Membantu Menemukan Masalah: 
      Seperti kita ketahui bahwa sistem ini memberikan informasi yang relevan tentang setiap aspek kegiatan. Oleh karena itu, Jika ada kesalahan yang dibuat oleh manajemen maka Informasi Sistem Informasi Manajemen membantu dalam mencari solusi dari masalah yang terjadi.
    4. Membantu dalam Membandingkan Kinerja Bisnis: 
      Sistem ini juga menyimpan semua histori data dan informasi dalam Basis Data-nya. Itu sebabnya sistem ini sangat berguna untuk membandingkan kinerja organisasi Bisnis.

    Dengan bantuan sistem terintegrasi ini, organisasi bisnis dapat menganalisis kinerjanya, apa pun yang mereka lakukan tahun lalu atau tahun-tahun sebelumnya, dan kinerja bisnis apa pun di tahun ini.  Hal lainnya adalah juga dapat mengukur pengembangan dan pertumbuhan organisasi bisnis.

    Kami hadir membantu perusahaan Anda dalam melakukan analisis perancangan, pengembangan sampai kepada pendampingan dalam mengimpelementasikan sistem informasi manajemen SDM perusahaan Anda, sesuai dengan kebutuhan dan ruang lingkup perusahaan Anda dsesuai prinsip dan fungsi di atas.

  1. Assessment Center adalah sebuah metode untuk menggali gambaran dan potensi individu melalui pendekatan terpadu sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih komprehensif. Untuk mencapai hal tersebut, pelaksanaan Assessment Center harus mengikuti kaidah-kaidah:
    • Menggunakan sejumlah teknik untuk dapat mencakup pemahaman sejumlah karakteristik psikologis yang diinginkan. Kegiatan-kegiatan di dalam Assessment Center dirancang khusus untuk mewakili kondisi kerja yang sesungguhnya agar dapat lebih akurat menggali aspek penting yang ingin dilihat.
    • Assessment dilakukan terhadap sejumlah dimensi perilaku atau kompetensi yang diperoleh melalui pengkajian terhadap tuntutan kerja.
    • Evaluasi dilakukan mengacu pada sejumlah dimensi atau kriteria yang diperoleh melalui pengkajian terhadap bidang kerja yang dimaksud.
  2. Kegiatan pelaksanaan Assessment Center biasanya diberikan untuk level Managerial ke atas di suatu organisasi.
  3. Metode ini, dapat sangat membantu manajemem untuk melengkapi data “Fit and Proper Test untuk memilih pejabat yang dibutuhkan.
  4. Metode assessment centre merupakan suatu alternatif sekaligus inisiatif yang dianggap memiliki validitas yang tinggi dalam mengidentifikasi kompetensi organisasi serta mengukur kompetensi SDM yang dimiliki oleh organisasi.
  5. Metode ini dinilai lebih objektif untuk sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan permasalahan sumber daya manusia; karena validitasnya yang tinggi dibanding dengan alat pengukuran lain, seperti: interview, psikotes standar, graphology, referensi, dan lainnya.
  1. Pemetaan Strategi Bisnis
  2. Sistem Pengembangan Karir
  3. Analisis Kebutuhan Pelatihan
  4. Online Survey
  5. Audit Manajemen SDM
  6. Pengelolaan Kinerja
  7. Pengemb angan Karir
  8. Permasalahan Hubungan Industrial
  9. Manajemen 5R/5S